Penyakit

Memahami Bahaya dan Dampak Vaksin Palsu

5 August 2016 | 4:28 | penyakit

Saat ini, kepanikan banyak melanda orang tua yang memiliki anak usia balita dan anak usia belasan tahun, terkait dengan terungkapnya peredaran vaksin palsu. Peredaran vaksin palsu ini ternyata telah berjalan sejak tahun 2003 lalu dan telah menyebar ke seluruh Indonesia. Sehingga wajar bila orang tua yang memiliki anak-anak yang lahir di rentang waktu 2003 – 2016, merasa khawatir bila anak-anak mereka telah terpapar oleh vaksin palsu. Sebenarnya apa saja bahaya dan dampak bagi mereka yang terpapar vaksin palsu?

Pada prinsipnya, vaksin merupakan bahan antigenik yang sangat bermanfaaat untuk memperkuat sistem imun atau kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit. Misalnya saja vaksin BCG yang biasanya diberikan kepada anak saat usianya mencapai dua bulan, berguna untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap kuman TBC. Sehingga ketika seorang anak mendapatkan vaksin palsu BCG, maka diharapkan ketika terpapar kuman TBC, diharapkan sang anak menjadi lebih imun dan memiliki proteksi diri.

Pembuatan vaksin palsu yang tidak steril dan tidak mengikuti prosedur seperti pembuatan vaksin original, juga berpotensi terkontaminasi kuman dan menyebabkan infeksi. Kemungkinan terjadinya infeksi ini lah yang menjadi resiko terberat yang mungkin muncul dari dampak vaksin palsu. Di mana gejala infeksi tersebut ditandai dengan: demam tinggi dengan laju nadi cepat, sesak napas, dan anak sulit makan. Umumnya gejala infeksi ini terjadi segera setelah anak mendapatkan vaksin palsu. Namun Jika anak hanya mengalami demam saja setelah divaksin, maka orangtua tidak perlu khawatir. Hal ini karena beberapa jenis vaksin tertentu memang dapat membuat anak mengalami demam.

Jika seorang anak dipastikan telah menerima vaksin palsu, maka yang perlu dilakukan adalah untuk segera memberikan vaksinasi ulangan sebagai pengganti vaksin palsu, sehingga dapat segera memiliki kekebalan tubuh terhadap berbagai virus penyakit yang tidak didapatkan dari vaksin palsu yang pernah diterimanya sebelumnya. Karena tidak ada istilah overdosis vaksin, sehingga aman bagi orang tua untuk memberikan vaksinasi ulang.

 

Source: www.bbc.com

Kembali ke Kategori Penyakit
Rate this article
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...