Tips Sehat

Hati-hati Mengonsumsi Bahan/Obat Herbal

9 September 2016 | 10:14 | tips-sehat

Pengobatan tradisional dengan bahan herbal kini banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Hal ini didasari pada pemikiran bahwa pengobatan dengan bahan herbal umumnya lebih alami dan tanpa efek samping, karena terbuat dari bahan-bahan alami dan tanpa bahan kimia.

Padahal kenyataannya, obatan-obatan yang terbuat dari bahan herbal pun bisa memiliki efek samping. Hal ini dikarenakan belum semua tanaman obat-obatan atau herbal sudah teruji aman untuk dikonsumsi, walaupun sudah diketahui sejak lama bahwa tanaman herbal tersebut memiliki manfaat dalam mengobati suatu penyakit.

Jika ingin menjalani pengobatan herbal atau mengonsumsi obat-obatan herbal, pertimbangkan terlebih dahulu mengenai faktor keamanannya. Yaitu apakah bahan herbal tersebut terbukti sudah dikonsumsi oleh banyak orang dan tidak menimbulkan efek negatif?

Selain daripada itu, pastikan juga bahwa bahan herbal dan obat-obatan herbal tersebut memang sudah lolos uji praklinis serta telah diujicobakan pada hewan dan aman untuk dikonsumsi. Karenanya kenali beberapa kategori bahan hernal berikut ini:

  1. Jamu tradisional

Bahan obat alam yang khasiat dan keamananya baru terbukti secara empiris berdasarkan pengalaman turun temurun. Misalnya saja rimpang temulawak untuk mengobati hepatitis.

  1. Obat herbal terstandar

Yaitu jamu yang berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Obat herbal terstandar ini harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmakodinamik (kemanfaatan) dan teratogenik (keamanan terhadap janin). Uji praklinis dilakukan pada hewan uji coba.

  1. Fitofarmaka

Obat kategori fitofarmaka adalah obat herbal terstandar yang telah melalui uji klinis pada manusia. Setelah lolos uji fitofarmaka, produsen dapat mengklaim produknya sebagai obat. Dengan catatan, klaim tidak boleh menyimpang dari materi uji klinis sebelumnya. Misalnya, ketika uji klinis hanya sebagai antidiabetes, maka produsen dilarang mengklaim produknya sebagai anti kanker.
Dengan mengetahui berbagai rambu-rambu pemilihan obat herbal tersebut, masyarakat diharapkan dapat bersikap bijak sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan herbal.

 

Reference:


http://www.beritasatu.com
https://m.tempo.co

http://obatherbalfitofarmaka.blogspot.com

Kembali ke Kategori Tips Sehat
Rate this article
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...