Penyakit

Efek Pemanasan Global Meningkatkan Wabah Penyakit Kolera

15 February 2017 | 9:15 | penyakit

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa perubahan iklim turut andil sebagai penyebab kematian akibat minimnya air bersih, perubahan suhu yang ekstrem akibat pemanasan global, banjir dan sebagainya.

 

Salah satu wabah penyakit yang meningkat tajam sebagai akibat dari pemanasan global yang membuat suhu berubah secara ekstrem adalah wabah penyakit Kolera. Yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang menyebar melalui air yang terkontaminasi. Penyakit Kolera ini dapat menyebabkan kondisi diare yang parah hingga menyebabkan dehidrasi dan kematian hanya dalam hitungan beberapa jam saja jika tidak segera ditangani.

 

Kualitas air yang buruk di musim hujan ataupun kondisi sanitasi yang kurang memadai di negara-negara berkembang, seperti misalnya Haiti, Pakistan dan Africa, menjadi penyebab timbulnya wabah penyakit Kolera. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri memperkirakan terjadinya 3 – 5 juta kasus penyakit Kolera dan 100.000 – 120.000 kematian di seluruh dunia akibat Kolera di tahun 2013. Diperkirakan jumlah ini akan meningkat pesat akibat dari efek pemanasan global yang menyebabkan meningkatnya perubahan suhu secara ekstrem.

 

Penelitian menunjukkan bahwa temperatur udara yang tinggi dan tidak seperti biasanya serta curah hujan yang tinggi telah menciptakan kondisi bagi meningkatnya perkembangan bakteri Kolera. Karena pada saat musim panas, konsentrasi bakteri Kolera meningkat dan ketika musim hujan tiba, banjir membawa bakteri-bakteri tersebut ke berbagai tempat.

 

 

 

Gejala penyakit Kolera, antara lain adalah:

  • Diare, mual dan muntah selama beberapa jam pada tahap awal terinfeksi.
  • Mulut terasa kering
  • Merasa sangat haus
  • Hipotensi atau tekanan darah rendah
  • Kulit berkerut dan kering
  • Urine yang keluar sangat sedikit

 

Mnegingat betapa berbahayanya penyakit tersebut, maka sudah seharusnya kita senantiasa menjaga agar lingkungan selalu bersih dengan sanitasi yang memadai. Pastikan juga untuk selalu mengonsumsi makanan-makanan yang dimasak dengan matang serta selalu menjaga kebersihan tangan dan kebersihan diri. Sehingga kita dapat meminimalisir terjadinya Kolera.
reference:

 

http://www.livescience.com/49152-cholera-outbreaks-climate-change.html

 

http://www.americanscientist.org/issues/pub/climate-change-and-cholera

 

 

 

 

 

 

 

 

Kembali ke Kategori Penyakit
Rate this article
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...