Penyakit

Transmisi Wabah H7N9

4 March 2018 | 16:00 | penyakit

Apakah anda pernah mendengar tentang virus H7N9? Virus ini merupakan jenis virus influenza dengan karakteristik menyerupai virus flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1). Virus ini awalnya hanya menginfeksi hewan ternak, namun sejak tahun 2013 di China mulai ditemukan virus H7N9 menyerang manusia. Selama tahun 2013 hingga September 2017, telah ditemukan 766 kasus virus H7N9 dan puncaknya selama periode Oktober hingga Desember 2017 saja, jumlah kasusnya melesat sebanyak 799 kasus. Kasus kematian yang terjadi mencapai 605 kasus. Beberapa kasus H7N9 telah dilaporkan terjadi di luar daratan China, Hong Kong dan Makau, namun semua infeksi ini terjadi di antara orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke China sebelum menjadi sakit.

Flu burung jenis baru tersebut, walau mewabah di China, memiliki potensi mencapai Indonesia. Maka, masyarakat diimbau untuk memahami gejala dari flu burung tersebut. Sebagian besar infeksi manusia dengan virus flu burung, termasuk virus H7N9 Asia, terjadi setelah terpapar unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Virus H7N9 Asia terus beredar melalui unggas di China. Sebagian besar pasien yang dilaporkan terinfeksi virus H7N9 menderita demam, batuk pilek, sakit tenggorokan (bahkan dalam kasus parah hingga pneumonia), disertai letih, lesu, mual dan muntah. Dalam skala minor, wabah ini juga menyebar antar manusia.

Dalam rangka pencegahan terhadap penyebaran virus ini, hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah melakukan kontak seminim mungkin dengan hewan unggas. Burung yang terinfeksi menumpahkan virus flu di air liur, lendir dan kotorannya. Infeksi manusia dengan virus H7N9 bisa terjadi bila cukup banyak virus masuk ke mata, hidung atau mulut seseorang, atau terhirup. Hal ini bisa terjadi bila virus ada di udara (dalam tetesan atau debu) dan seseorang menghirupnya, atau saat seseorang menyentuh sesuatu yang terkena virus maka ia akan menyentuh mulut, mata atau hidung mereka.

Infeksi dengan beberapa virus unggas telah terjadi paling sering setelah kontak tanpa memakai pelindung (masker, sarung tangan) dengan unggas yang terinfeksi. Orang yang bekerja dekat dengan unggas disarankan untuk mengikuti standar penggunaan alat pelindung diri yang sesuai dan perhatian yang cermat terhadap kebersihan tangan. Selain itu,  pemberian vaksinasi influenza dapat dilakukan musiman setiap tahun. Vaksinasi influenza musiman tidak akan mencegah infeksi virus H7N9, namun dapat mengurangi risiko penularannya.

Sementara itu, bagi anda yang tidak sering melakukan kontak dengan unggas, tetap harus waspada karena virus dapat menular melalui kontak antar manusia. Konsumsi makanan yang bergizi dilengkapi dengan asupan multivitamin dan mineral akan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang sakit.

Source:
https://www.cdc.gov/flu/avianflu/h7n9-virus.htm
https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/958374-h7n9-virus-flu-jenis-baru-yang-patut-diwaspadai
https://www.cdc.gov/flu/avianflu/prevention.htm

Kembali ke Kategori Penyakit
Rate this article
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...