Kekurangan vitamin dan mineral dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh serta timbulnya berbagai penyakit. Berbagai penelitian menemukan adanya korelasi kekurangan Magnesium dan Zinc dalam tubuh dengan manifestasi alergi, infeksi serta penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus. Bila kebutuhan nutrisi, vitamin serta mineral harian tidak dapat dicukupi melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari, kita butuh asupan dari sumber lain yakni suplemen.

Keunggulan:

  • Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976).
  • Kombinasi Multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) di dalam Theragran-M terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan.
  • Cocok untuk masa penyembuhan berbagai jenis sakit yang membutuhkan dukungan daya tahan tubuh yang maksimal.
  • Dosis: Sehari 1 kaplet, sewaktu atau sesudah makan, atau sesuai dengan anjuran dokter.

    Cari tahu tentang kandungan vitamin & mineral dalam TheragranĀ® - M

    Terdapat pada sayuran hijau, kacang-kacangan, buncis, ikan, serta rempah. Mineral ini berperan dalam proses mineralisasi tulang, metabolisme tubuh dan bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh seseorang terhadap serangan berbagai penyakit. Penelitian juga menemukan adanya korelasi antara infeksi bakteri, virus, jamur, maupun alergi yang berkaitan erat dengan defisiensi magnesium dalam tubuh seseorang. Selain itu, kekurangan Magnesium juga dapat menyebabkan depresi. Gejala kekurangan Magnesium biasanya ditandai dengan nyeri dan kram otot, mudah lelah, migrain, kejang, jantung berdebar, kurang napsu makan, anoreksia, tremor, hingga kehilangan berat badan.

    Merupakan mineral esensial yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh,mempercepat penyembuhan luka serta membantu regulasi sel tubuh maupun sistem saraf. Kekurangan Zinc dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, gangguan seksual dan kematangan tulang, lesi pada kulit, diare, kebotakan, gangguan napsu makan, serta meningkatkan potensi terkena infeksi karena terganggunya sistem kekebalan tubuh. Kandungan Zinc tertinggi dapat ditemukan pada sereal serta daging merah.

    Vitamin A (Retinol) merupakan nutrisi esensial yang dibutuhkan dalam jumlah kecil oleh manusia untuk menjaga fungsi normal sistem penglihatan, pertumbuhan dan perkembangan sel dan organ tubuh, memelihara sistem reproduksi, serta menjaga daya tahan tubuh.

    Sumber Vitamin A, antara lain: sayuran berwarna hijau (bayam), sayuran berwarna kuning (wortel, labu), buah mangga, apricots, pepaya, serta beberapa produk hewani seperti susu hewani, daging (hati), fish liver oils, kuning telur, maupun produk turunan susu lainnya.

    Gejala kekurangan vitamin A dapat terlihat dari kondisi rabun senja dan proses keratinisasi pada kulit, yaitu sel-sel epidermis yang mengeras pada lapisan luar dari kulit. Keracunan Vitamin A juga sering terjadi karena Vitamin A merupakan vitamin yang larut lemak dan bisa disimpan di dalam organ hati dalam jangka waktu yang panjang. Gejalanya antara lain: kerusakan hati, ketidaknormalan tulang, sakit sendi, kebotakan.

  • Vitamin B1 (Thiamin) berperan sebagai koenzim dalam proses metabolisme serta memiliki fungsi penting pada sistem saraf. Gejala kekurangan Vit B1 yang paling umum adalah penyakit beri-beri maupun gangguan sistem saraf. Sedangkan gejala keracunan vitamin B1 hampir tidak pernah ditemukan sama sekali.
  • Vitamin B2 (Riboflavin)

    Kekurangan Vitamin B2 berupa sakit tenggorokan, edema pada faring, keilosis, lesi pada sudut bibir, mulut maupun lidah, serta kondisi dermatitis.

  • Vitamin B3 (Niacinamide)

    Kondisi kekurangan Vitamin B3 (Niacinamide) yang merupakan ko-substrat/ koenzim pada sejumlah proses metabolisme, ditandai dengan 3D yakni Dermatitis, Dementia dan Diare.

  • Vitamin B5 (Pantothenate)

    Gejala utama kekurangan vitamin B5 adalah sindrom kaki terbakar (mati rasa), nyeri berkepanjangan, mood yang tidak stabil, insomnia, anemia, anoreksia, konstipasi, muntah, kontraksi otot dan kulit yang tidak normal (termasuk manifestasi jerawat).

  • Vitamin B6 (Pyridoxine)

    Selain memiliki manfaat pada metabolisme tubuh, Vitamin ini juga berperan dalam pengaturan hormone steroid. Kekurangan vitamin B6 ditandai dengan gangguan sistem imunitas tubuh serta kelelahan.

  • Vitamin B12 (Cyanocobalamin)

    Vitamin ini bersumber dari susu sapi, keju, daging, telur, serta produk hewani lainnya, sehingga para vegan (penganut pola makan vegetarian) memiliki faktor resiko besar mengalami defisiensi Vitamin B12 yang cenderung menimbulkan anemia dan proses degenerasi spinal.

  • Vitamin C berperan penting dalam proses metabolisme tubuh, meningkatkan penyerapan zat besi, anti-oksidan yang mampu menangkal radikal bebas serta meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit. Vitamin C juga membantu pertumbuhan dan pemulihan tubuh.

    Sumber Vitamin C antara lain: jeruk, kiwi, mangga, pepaya, strawberry, semangka, tomat, dan cherry, brokoli, kacang panjang, jamur, lada serta kentang.

    Fungsi utama dari vitamin ini yaitu untuk mengembalikan kadar kalsium dan fosfat tubuh ke level normal, serta menjaga kesehatan tulang dan gigi.

    Jenis-jenis makanan yang mengandung vitamin D antara lain: minyak ikan, ikan berlemak, hati sapi, keju, kuning telur, dan jamur tertentu.

    Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan deformitas tulang seperti rakhitis pada anak-anak, dan nyeri tulang serta nyeri akibat kondisi yang disebut osteomalacia pada orang dewasa. Rendahnya tingkat vitamin D dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang lemah, meningkatkan risiko kanker, pertumbuhan rambut yang buruk, dan osteomalacia, kondisi otot dan tulang melemah. Sebaliknya, kelebihan vitamin D dapat menyebabkan tubuh menyerap terlalu banyak kalsium yang menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung dan batu ginjal.

    Vitamin E merupakan vitamin larut lemak yang berperan penting sebagai anti oksidan dari serangan radikal bebas. Vitamin E banyak terdapat pada buah-buahan, susu, mentega, telur, sayur-sayuran, terutama kecambah, minyak biji gandum, minyak kedelai, selada, kacang-kacangan, pisang dan strawberry. Kekurangan Vitamin E ditandai dengan kerusakan pada sistem saraf dan otot.

  • Zat Besi berperan dalam membawa oksigen ke seluruh organ tubuh sehingga berperan dalam pembentukan energi didalam sel tubuh serta pembuatan hemoglobin (darah). Kekurangan mineral ini akan menyebabkan kondisi mudah lelah, stamina yang menurun, jantung berdebar, insomnia, serta anemia (yang paling umum). Defisiensi zat besi dikategorikan sebagai defisiensi nutrisi yang paling sering ditemukan di seluruh belahan dunia, dimana sekitar 600-700 juta orang menderita anemia akibat kekurangan zat besi.

    Kekurangan zat besi dapat diatasi atau dicegah dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, antara lain: daging merah, buah kering, roti, sereal, sayuran berdaun hijau (bayam, kubis, lobak, kentang, kacang polong, dan kembang kol).

  • Tembaga berperan dalam proses metabolisme, menjaga kesehatan kardiovaskular, tulang, saraf otot, dan pembuluh darah, serta penyerapan zat besi. Tembaga bersama zat besi membantu sistem pernapasan dan sintesis hemoglobin. Selain itu, Tembaga juga berperan dalam menghasilkan pigmen melanin bagi kulit, rambut dan mata. Kekurangan tembaga dapat menyebabkan osteoporosis, nyeri sendi, anemia, masalah pada kulit dan rambut serta menurunnya kekebalan tubuh. Tembaga dapat ditemukan pada jamur, tiram, alpukat, serta tempe.
  • Mangan adalah mineral alami dalam tubuh yang jumlahnya kecil. Mangan juga merupakan zat antioksidan kuat yang mampu mengeluarkan radikal bebas dari dalam tubuh, menjaga kesehatan tulang, membantu penyerapan vitamin dan membantu fungsi hati. Beberapa sumber makanan kaya mangan, antara lain: bayam, oatmeal, nanas, beras merah, strawberry, lada hitam, kacang-kacangan, bawang putih, kentang, anggur, dan tomat. Kekurangan mineral Mangan dapat menyebabkan osteoporosis, terkena epilepsi, rambut dan kuku menjadi rapuh serta dermatitis.
  • Iodium merupakan komponen penting pada hormon tiroid yang berperan dalam regulasi pertumbuhan serta aktivitas sel Iodium dan bersumber dari rumput laut, hasil laut (ikan, cangkang ikan), daging, susu, telur, cereal, buah serta sayuran. Kekurangan Iodium dapat terjadi pada semua kelompok usia dan dapat menyebabkan pembesaran kalenjar tiroid, memicu hipotiroid, gangguan fungsi mental, serta penghambatan pertumbuhan fisik. Kekurangan iodium pada masa kehamilan dapat memicu keguguran dan cacat bawaan.